Biografi Pep Guardiola Sang Kolektor Gelar - Kakuda Biografi
Biografi Pep Guardiola Sang Kolektor Gelar
Kakuda Biografi - Pep Guardiola Sala, lahir pada 18 Januari 1971 di Santpedor, Spanyol. Pria capricorn ini lahir dari pasangan Valenti Guardiola serta Dolors Sala Guardiola. Pep punyai dua kakak wanita serta satu adik laki-laki. Dianya tak memegang kerpercayaan apa pun. Punya arti, ia yaitu satu orang atheis. Biarpun rata-rata masyarakat Spanyol beragama Katolik, Pep lebih menentukan menjadi sisi dari seperempat rakyat Spanyol yg tak mengakui Agama.
Pep Guardiola Kecil
Semenjak kecil, Pep sudah benar-benar menyukai sepak bola. Dia seringkali main dimana saja serta kapan saja ada peluang. Kegemarannya pada sepak bola pun dia salurkan dengan berulangkali berubah menjadi anak gawang di laga sepak bola lokal. Di umur 13 tahun, Pep masuk dengan akademi FC Barcelona serta mulai menimba pengetahuan di sana. Dia mengawali profesi sepak bolanya jadi satu orang bek. Selesai berjalan saat lebih kurang enam tahun, dianya bertambah mempertajam kapabilitas yg dipunyai sampai masuk ke sebelas pemain inti.
Pep Guardiola Serta Karirnya
kala usianya mencapai 19 tahun, Pep dipropagandakan ke klub penting. Dia berubah menjadi satu diantaranya bek paling baik semenjak 1990 an sampai sanggup mencapai beberapa gelar bersama dengan FC Barcelona. Seiring bersamanya waktu, tempat Pep Guardiola berubah menjadi dikit lebih tambah maju dengan berubah menjadi gelandang bertahan. Awal perjalanannya mulai semenjak musim 1991/92. Pep mengawali musim pertamanya bersama dengan FC Barcelona. Tidak habiskan waktu lama buat Pep buat tembus scuad penting el Barca. Pada musim itu, Pep sukses memberikan gelar La Liga serta Euro Cup.
Dianya bahkan juga memperoleh animo dari majalah olahraga asal Italia ‘Guerin Sportivo’ jadi pesepakbola paling baik yg ada di bawah umur 21 tahun. Pada Oktober 1992, Pep mengawali kiprah dengan timnas Spanyol yg jalani pertandingan penyisihan Piala Dunia. Di tahun yg sama, dianya pun sukses memberikan medali emas buat klub matador pada gelaran Olimpiade.
Tahun 1994, Pep masuk dalam scuad timnas Spanyol yg beraksi di Piala Dunia. Tapi dia cuma sanggup bawa negaranya itu sampai tahap quarter-final. Pada Piala Dunia edisi selanjutnya, Pep tak masuk scuad Spanyol karena masih menanggung derita luka yg cukup kronis.
Tahun 1993 bersama dengan FC Barcelona, dia kembali memberikan gelar La Liga, serta sukses bawa FC Barcelona menggapai partai final Liga Champions Eropa tahun 1994. Tapi, La Blaugrana mesti patuh dari AC Milan. Tahun 1997, Pep dipilih jadi kapten klub selesai sejumlah besar pemain FC Barcelona diganti oleh pemain baru. Tapi, Pep tidak serius sanggup pimpin teman segrupnya. Dia semakin banyak habiskan waktu di luar lapangan gara-gara luka yg dirasakannya.
Pada tahun 1998, banyak club besar Eropa yg mendambakan jasanya. Namun, Barcelona tidak ingin melepas serta lebih menentukan buat memberikannya kontrak baru, yg mana pemain dari Spanyol itu bakal bertahan di Camp Nou sampai 2001.
Musim 1998/99, Pep kembali dari luka serta mengemban ban kapten. Musim itu pun, dia sukses memberikan trofi La Liga buat el Barca. Sampai pas pada April 2001, Pep memberitakan buat pergi tinggalkan FC Barcelona. Bersama dengan club Catalan, Pep telah memberikan keseluruhan 16 trofi.
Mengejar kepergiannya dari FC Barcelona, dia terbang ke Italia buat masuk dengan Brescia sebelum selanjutnya menginjakkan kaki di Roma. Tapi, performnya di Negri Pizza tidak sangat mulus. Penampilannya mengalami penurunan mencolok gara-gara kedapatan mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Karirnya lantas bertambah dekat sama kata tuntas.
Dianya lalu pergi dari Italia serta sudah sempat masuk dengan Al ahly dan Dorados, sebelum selanjutnya akan memutuskan buat pensiun di umur 34 tahun. Pada tahun 2007, Pep kembali pada lapangan rumput buat melatih klub Barcelona B. Sampai puncaknya pada 2008/09, Pep ditarik buat mengatasi klub senior.
Karier Kepelatihan Pep Guardiola
Dianya langsung nyetel serta memberikan gelar prestis buat FC Barcelona. Tersebut, Pep sukses bawa FC Barcelona manjuarai La Liga, Liga Champions Eropa, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, serta Piala Dunia Antar Club.
Saat itu, Pep diangkat jadi pelatih termuda yg sanggup memberikan gelar Liga Champions Eropa buat klub yg diasuhnya. Sah pergi dari FC Barcelona, Pep meneruskan profesinya buat mengatasi FC Bayern pada Desember 2013. Bersama dengan The Bavarian, magisnya terus cemerlang. Dianya sanggup memberikan gelar Bundesliga, DFB-Pokal, Piala Super Eropa, serta Piala Dunia Antar Club.
Menjawab kendala, Pep Guardiola terbang ke Inggris buat berlomba di liga paling ketat di dunia. Musim 2016/17, dianya sah memberitakan bila dia bakal mengatasi Manchester City. Seakan membungkam mulut-mulut jahil, satu diantaranya pelatih paling baik ini lantas sukses memberikan gelar Premier League buat The Citizen. Di luar lapangan, pelatih tiga anak ini sudah menerbitkan beberapa buku menarik yg tentu saja mengulas perihal sepak bola. Dia pun terkadang pergi main golf serta mengunjungi festival bir di Jerman.

Komentar
Posting Komentar